Sadiri Gelar Reses di Pesantren, Dengar Keluhan Warga Soal Pendidikan, Jalan Rusak dan Narkoba

Dalam suasana guyuran hujan, masyarakat Parit Lalang yang hadir menyampaikan aspirasi mereka kepada Sadiri terkait persoalan pendidikan pesantren, kondisi jalan lingkungan, hingga keresahan warga terhadap maraknya narkoba.

Menananggapi aspirasi warga, Sadirimenjelaskan, pemilihan lokasi reses di lingkungan pesantren ini dikarenakan perhatian terhadap pendidikan berbasis pesantren selama ini ia anggap masih belum maksimal dibanding pendidikan formal lainnya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda dan tidak boleh dipandang sebelah mata. “Bangka Belitung sudah memiliki peraturan daerah terkait penyelenggaraan pondok pesantren yang harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Kami ingin memberikan persepsi bahwa baik sekolah formal atau non-formal itu sama dan kualitas pendidikan pesantren tidak kalah dengan pendidikan formal.” tegasnya.

Sadiri menambahkan, pesantren justru menjadi salah satu benteng penting dalam membangun moral generasi muda di tengah tantangan sosial saat ini.

Terkait keresahan masyarakat terhadap narkoba, ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut memang menjadi perhatian serius terutama di lingkungan Parit Lalang karena menyangkut masa depan anak-anak dan keberlangsungan bangsa.

“Mengenai sabu, narkoba dan lain sebagainya, kami sangat atensi dengan hal ini, karena terkait dengan anak-anak kita ke depan, penerus bangsa. Kalau hancur di masa anak-anak, maka ke depannya akan hancur negara ini,” ungkapnya

Sadiri menekankan, persoalan narkoba tidak bisa dianggap sebagai masalah biasa. Karena itu, ia memastikan aspirasi masyarakat tersebut akan diteruskan kepada pimpinan DPRD serta aparat penegak hukum dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangka Belitung.

Sadiri mengakui bahwa DPRD Babel juga pernah menerima aspirasi serupa dari masyarakat Kecamatan Bukit Intan terkait narkoba ini. Aspirasi itu kemudian diteruskan kepada aparat penegak hukum dan mendapat tindak lanjut berupa patroli rutin di wilayah yang dianggap rawan.

“Alhamdulillah setelah kami sampaikan ke APH, mereka melakukan patroli-patroli di lingkungan tersebut, minimal mengurangi aktivitas narkoba yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Sadiri berharap perhatian terhadap persoalan narkoba di kawasan Parit Lalang juga bisa segera ditindaklanjuti agar aktivitas peredaran sabu dapat ditekan dan lingkungan masyarakat menjadi lebih aman.

dalam reses ini, Sadiri turut memberikan bantuan berupa satu unit speaker bluetooth untuk mendukung aktivitas pesantren dan kegiatan masyarakat di lokasi tersebut (adv/naf).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *