TOBOALI, Babelsatu.com – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberkasan, Pengelolaan dan Akses Arsip Statis Kegiatan Pengelolaan Arsip Statis Daerah Sub Kegiatan Akuisi, Pengolahan, Preservasi dan Akses Arsip Statis Tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana kerja bidang pembinaan, pengelolaan dan pengawasan kearsipan guna meningkatkan kualitas tata kelola arsip di lingkungan perangkat daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Selatan, H. Mulyono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin, 20 April hingga Kamis, 23 April 2026, bertempat di Depo Arsip Kabupaten Bangka Selatan, Toboali.
“Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kompetensi aparatur dalam pemberkasan, pengelolaan, hingga akses arsip statis sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya,Senin (20/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dijadwalkan mengikuti kegiatan ini secara bergiliran. Masing-masing OPD diminta menugaskan dua orang peserta, yakni satu orang Kasubbag Umum dan Kepegawaian serta satu orang admin aplikasi SRIKANDI.
Adapun peserta berasal dari berbagai instansi, mulai dari Sekretariat Daerah, DPRD, inspektorat, badan dan dinas, hingga kecamatan dan rumah sakit daerah. Setiap harinya, sejumlah OPD akan mengikuti sesi pelatihan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia.
Selain itu, peserta juga diimbau untuk membawa laptop guna mendukung proses pelatihan yang bersifat teknis dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup teknik pemberkasan arsip, pengelolaan arsip statis, serta tata cara akses arsip yang efektif dan sesuai standar kearsipan nasional.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap dapat mewujudkan sistem pengelolaan arsip yang tertib, akuntabel, dan mudah diakses, sehingga mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang baik.
“Dengan adanya bimtek ini, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat mengelola arsip secara profesional dan terstandar, sehingga arsip dapat menjadi sumber informasi yang valid dan terpercaya,” imbuhnya.
Terakhir, H. Mulyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital kearsipan, khususnya melalui pemanfaatan aplikasi SRIKANDI sebagai sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi di lingkungan pemerintahan. (adv/n0v)






