Kiat Aman Berkendara Saat Puasa, Wajib Disimak

  • Whatsapp

Tips, Babelsatu.com— Menjalani kegiatan sehari-hari saat berpuasa di bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri, salah satunya saat mengemudikan kendaraan baik mobil maupun motor di jalan raya.

Badan kurang asupan makan dan minum bisa mengurangi konsentrasi berkendara, sehingga berpotensi menurunkan faktor keamanan.

Dirangkum Babelsatu.com dari berbagai sumber, berikut tips berkendara saat berpuasa agar tetap aman dan nyaman dalam berkendara dari Suzuki Indonesia.

Menurut Asst to 4W, 2W & Marine Service Dept Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat berkendara dalam kondisi berpuasa, yaitu:

1. Persiapan sebelum berkendara

Pengendara harus memperhitungkan beberapa hal sebelum berkendara, apalagi ketika berkendara dalam jarak yang lama atau jauh.

Hal itu di antaranya adalah mempersiapkan kebutuhan saat akan melakukan perjalanan. Salah satu contohnya, jika perjalanan dilakukan mendekati waktu maghrib, bawalah makanan dan minuman untuk berbuka puasa di perjalanan.

Agar buka puasa tidak mengganggu konsentrasi berkendara, sebaiknya pengendara mencari tempat yang aman untuk berhenti sejenak.

2. Hindari hal-hal penyebab kantuk

Hal yang sering terjadi saat berpuasa adalah munculnya rasa kantuk berlebih dibandingkan biasanya. Oleh karena itu, bagi pengemudi mobil upayakan agar tidak menyetel suhu AC terlalu dingin karena udara dingin dapat menambah rasa kantuk.

3. Pentingnya konsentrasi

Konsentrasi adalah hal yang sangat penting dalam berkendara. Salah satu yang menurunkan konsentrasi dengan drastis adalah rasa kantuk.

Apabila mengantuk saat mengemudi, jangan memaksakan diri. Segera menepi dan beristirahat sampai rasa kantuk tersebut benar-benar hilang.

4. Mengendalikan diri

Kemacetan dan kesemrawutan di jalanan, ditambah pengemudi lain yang serampangan saat berkendara tak jarang memancing emosi.

Ini justru berdampak tidak baik dan akan menurunkan konsentrasi. Sehingga penting untuk mengendalikan diri dalam situasi tersebut.

Perlu diingat, esensi puasa itu sendiri adalah proses melatih pengendalian diri.

5. Manfaatkan teknologi

Hal yang tak kalah penting adalah memanfaatkan teknologi seperti Google Maps, aplikasi Waze, atau yang lainnya untuk mendapatkan rute yang paling cepat dan dekat, sehingga tenaga dan pikiran tidak terkuras karena jalanan yang macet.

“Mengemudi saat menjalankan puasa seringkali mempengaruhi fungsi kognitif dan memberikan efek pada pengemudi seperti lelah dan mengantuk sehingga dapat mengurangi konsentrasi. Kami harap kiat tersebut dapat diterapkan agar pengemudi tetap memperhatikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan saat berkendara dalam keadaan berpuasa, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” tutup Hariadi. (SHL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *